Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kabupaten Seruyan Mengikuti Peresmian Tim Kelompok Kerja (POKJA) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS)

Bawaslu Kabupaten Seruyan Mengikuti Peresmian Tim Kelompok Kerja (POKJA) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS)

Bawaslu Kabupaten Seruyan Mengikuti Peresmian Tim Kelompok Kerja (POKJA) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS)

Kuala Pembuang, 6 Agustus 2026 — Bawaslu Kabupaten Seruyan mengikuti Peresmian Tim Kelompok Kerja (POKJA) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di lingkungan Bawaslu Provinsi Kalimantan Tengah dan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Kalimantan Tengah Tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis (06/08/2026), mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat komitmen Bawaslu dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan seksual. Pembentukan POKJA PPKS merupakan langkah strategis untuk membangun sistem pencegahan dan penanganan yang terstruktur, responsif, serta berorientasi pada perlindungan seluruh insan Bawaslu.

Keikutsertaan Bawaslu Kabupaten Seruyan dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap penguatan kebijakan dan sistem pencegahan serta penanganan kekerasan seksual di lingkungan kelembagaan Bawaslu.

Lingkungan kerja yang sehat dan aman merupakan fondasi penting dalam mendukung produktivitas, profesionalisme, serta kualitas pelaksanaan tugas kelembagaan. Karena itu, setiap individu di lingkungan kerja memiliki peran dalam menciptakan budaya organisasi yang saling menghormati dan menjunjung tinggi martabat manusia.

Melalui POKJA PPKS, upaya pencegahan dan penanganan diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah dengan tetap memperhatikan prinsip perlindungan, keadilan, kerahasiaan, serta penghormatan terhadap hak setiap individu.

Peresmian POKJA PPKS juga menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman seluruh jajaran mengenai pentingnya mencegah berbagai bentuk kekerasan seksual serta menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari diskriminasi, intimidasi, pelecehan, dan tindakan yang merendahkan martabat seseorang.

Pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab tim yang telah dibentuk, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh unsur organisasi. Setiap jajaran diharapkan mampu mengenali bentuk-bentuk kekerasan seksual, memahami mekanisme pelaporan dan penanganan, serta berani mengambil sikap untuk mencegah terjadinya tindakan yang tidak dapat dibenarkan.

Dengan pemahaman yang baik, diharapkan tercipta lingkungan kerja yang mampu memberikan rasa aman kepada seluruh jajaran dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Pembentukan POKJA PPKS di lingkungan Bawaslu Provinsi Kalimantan Tengah serta Bawaslu Kabupaten/Kota se-Kalimantan Tengah menjadi bagian dari penguatan tata kelola kelembagaan yang menjunjung tinggi profesionalisme, integritas, kesetaraan, penghormatan, dan perlindungan terhadap setiap individu.

Bawaslu Kabupaten Seruyan berkomitmen untuk mendukung pelaksanaan upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku.

Komitmen tersebut diharapkan dapat membangun budaya kerja yang lebih sehat, terbuka, dan saling menghargai, sehingga setiap insan Bawaslu dapat menjalankan tugas secara optimal tanpa rasa takut, tekanan, diskriminasi, maupun perlakuan yang merendahkan martabat.

Pada akhirnya, lingkungan kerja yang aman dan inklusif bukan hanya memberikan perlindungan bagi seluruh jajaran, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung kinerja kelembagaan yang profesional, berintegritas, dan berkualitas.

Penulis dan Foto: Dedy Irawan