Optimalkan Jajaran Pengawas Pemilu Untuk Penguatan Kompetensi Kepemimpinan di Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota
|
Bandung, Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Seruyan – Ketua Bawaslu Kabupaten Seruyan Umar Zahid Bustomi hadiri kegiatan penguatan kelembagaan bagi Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Indonesia yang diselenggarakan oleh Bawaslu RI bertempat di Ciwidey Valley Resort, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada 09-12 Oktober 2023.
Umar mengatakan bahwa penguatan kompetensi kepemimpinan di tingkat Provinsi dan kabupaten/kota dalam rangka mewujudkan tujuan dan sasaran lembaga pengawas pemilu sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017.
Dirinya menambahkan, kegiatan ini sangat penting guna mengoptimalkan jajaran pengawas pemilu di daerah baik di Bawaslu Provinsi dan Kabupaten/Kota khususnya untuk wilayah Kabupaten Seruyan.
Kegiatan penguatan kelembagaan tersebut dibuka oleh Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja yang dalam sambutannya meminta kepada Ketua Bawaslu di daerah untuk dapat meningkatkan efektivitas dalam pengambilan keputusan. Menurutnya, ketua memiliki peran sentral dalam pengambilan keputusan terutama di tengah padatnya tahapan pemilu yang tengah berjalan.
“Pimpinan Bawaslu seringkali dihadapkan pada situasi di mana mereka harus mengambil keputusan penting dalam waktu singkat. Manajemen waktu yang efektif membantu mereka untuk mempertimbangkan opsi dengan baik dan mengambil keputusan yang tepat waktu,” ungkapnya.
Bagja mencontohkan terkait tahapan penetapan DCT (daftar calon tetap) yang akan dihadapi oleh Bawaslu. Dia meminta kepada Bawaslu daerah untuk memberikan perhatian lebih seraya mengambil tindakan dengan cepat jika ditemukan pelanggaran.
“Tolong diperhatikan DCT yang ada. Kemudian kalau ada indikasi yang bersangkutan seperti ijazahnya bermasalah dan lain-lain, tolong ditindaklanjuti dengan cepat. Ini akan kita hadapi dalam beberapa bulan ke depan,” jelasnya.
Selain itu, Bagja juga meminta Bawaslu daerah memperkuat etika dan integritas dalam lembaga. Menurutnya, hal ini penting karena Bawaslu harus bertindak secara adil, netral, dan tanpa intervensi politik untuk mempertahankan kepercayaan masyarakat dalam proses pemilihan umum.
Terakhir, Bagja berpesan bahwa Bawaslu berperan penting dalam menjaga kualitas demokrasi dalam suatu negara. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi dan kapasitas Bawaslu Provinsi dan Kabupaten/Kota melalui pelatihan kepemimpinan dapat membantu memastikan bahwa pemilihan umum berlangsung dengan baik dan hasilnya mewakili keinginan rakyat